Friday, September 13, 2013

Tarian Merah Putih


(puisi)
Sebuah jejak telah menjadi sajak
Berbalut tanah yang digarang berlaksa emas
Cemara berkelana mengitarinnya
Mengeratkan jemarinya dan bersorak trlalala

Sang tua menanam padi
Sang muda menyiangi
Sang tua menebar jala
Sang muda hilir membuntuti

Katulistiwa membentang menyulam nada dan irama
Irama sumbang, Telinga tak tuli tapi
Warna pudar, Mata berbinar tapi
Aroma bangkai, hidung tak segan bersua tapi
Karena Kaki berdiri tepat Merah putih menari
Karena Bangkai lekat dengan baunya

Berdirilah benang-benang megah Merah Putih
Sebuah akar nurani
Mengalir deras sampai tak berujung
Walau, matahari menyakiti, Merah putih tetap menari di atas tanah hijau ini
Inilah benih sang Pancasila, yang selalu dirindu bebauannya

yogyakarta, 2013

No comments:

Post a Comment